Ditemukan metode baru untuk menekan harga obat malaria


Setiap tahun sekitar 1 juta orang meninggal akibat malaria dan sekitar 95% darinya dikarenakan oleh ketidak mampuan dalam mengakses pengobatan yang tepat karena faktor finansial yang tidak mencukupi.
sekitar 95% dari total korban akibat malaria di seluruh dunia tinggal pada daerah sub- sahara Afrika yang sangat miskin.
Setelah bertahun-tahun penelitian akhirnya para peneliti di Jerman berhasil menemukan cara mensintesis obat malaria dengan menggunakan oksigen dan cahaya. Penemuan ini memungkinkan para ilmuwan dapat menciptakan obat anti malaria terbaik saat ini yaitu artemisinin dengan lebih murah.
Pada tahun tahun mendatang obat malaria yang dikenal paling efektif ini dapat diproduksi murah dan dalam jumlah besar. Ini berarti bahwa akan lebih memungkinkan untuk menyuplai obat untuk 2oo juta penderita malaria di negara berkembang dengan harga lebih terjangkau.
Para Peneliti di Jerman telah mengembangkan proses yang sangat sederhana untuk sintesis artemisinin, yang mana sampai saat ini artemisinin hanya dapat diperoleh dari tanaman musiman yang tumbuh di China Selatan dan Vietnam.
Para ilmuwan menggunakan limbah produk dari produksi artemisinin saat ini sebagai bahan awal mereka, yang mana zat ini dapat juga diproduksi secara biotek pada ragi, dimana para ilmuwan menggunakan metode yang sederhana dan cerdik untuk mengubahnya menjadi bahan aktif. Hal ini memungkinkan produksi obat ini tidak lagi bergantung pada bahan aktif dari tanaman.
Langkah awal yang diambil adalah dengan menggunakan asam artemisinic yang dapat dengan mudah diproduksi dengan rekayasa genetika pada ragi karena memiliki struktur yang lebih sederhana. Para ilmuwan dapat merubah asam artemisinic menjadi artemisinin dengan metode Photochemistry yang merupakan metode sederhana yang hemat biaya.
Dengan adanya penemuan berharga ini maka dapat dipastikan harga obat malaria dapan ditekan jauh lebih rendah pada tahun-tahun mendatang, dan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan akan obat anti malaria diseluruh dunia khususnya negara-negara miskin dan berkembang.


Kembali ke Home,  Topik utama,  Artikel tentang malaria,  Berita Malaria,  Topik Hangat

Sistem kekebalan tubuh nyamuk Anopheles dapat direkayasa untuk memblokir malaria.

Sistem kekebalan tubuh nyamuk Anopheles menurut penelitian Institut penelitian malaria Johns Hopkins, mampu membunuh sebagian besar parasit yang tertelan pada waktu menghisap darah manusia yang terinfeksi malaria. Peneliti telah mengembangkan jenis nyamuk baru dengan rekayasa genetika yang mana nyamuk ini diharapkan dapat lebih baik dalam memblokir transmisi parasit falciparum pada manusia. Dalam penelitian ini para … Continue reading

Perkiraan jumlah kematian akibat malaria lebih tinggi dari yang diperkirakan sebelumnya

Menurut penelitian baru yang diterbitkan oleh Lancet. Penyakit Malaria membunuh lebih dari 1.2 juta orang setiap tahun, dua kali lebih banyak dari jumlah yang telah diduga sebelumnya. Kabar baiknya walaupun jumlah kematian oleh malaria lebih tinggi dari perkiraan tetapi secara umum jumlah ini telah menurun drastis dari tahun ke tahun. Para peneliti juga mengungkapkan bahwa … Continue reading

Membuka ‘Jubah Gaib’ Penyakit Malaria

Peneliti dari Walter dan Eliza hall Institute menemukan molekul yang merupakan kunci dari ‘jubah gaib’ penyakit malaria yang akan membantu untuk lebih mamahami bagaimana parasit penyebab malaria bisa lolos dari sistem pertahanan kekebalan tubuh manusia. Tim peneliti yang dipimpin oleh Profesor Alan Cowman dari divisi yang menangani infeksi dan imunitas, telah berhasil mengidentifikasi salah satu … Continue reading

Perbedaan Malaria dan Demam berdarah

Penyakit malaria seperti halnya penyakit demam berdarah merupakan penyakit menular yang menyerang sel darah merah manusia. perbedaan utama dari kedua penyakit ini adalah, Malaria ditularkan oleh nyamuk Anopheles betina sedangkan demam berdarah ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti. Penyakit malaria memiliki gejala yang sangat mirip dengan demam berdarah demikian sebaliknya. Gejala-gejala yang mirip antara kedua penyakit … Continue reading

Harapan baru untuk obat malaria yang lebih baik

Ilmuwan AS dari Universitas Washington St.louis, dalam penelitiannya pada struktur dan fungsi protein yang sangat penting untuk kelangsungan hidup plasmodium falciparum akhirnya menemukan titik terang. Plasmodium falciparum yang dikenal sebagai tipe malaria yang paling mematikan saat ini, membutuhkan enzim protein yang disebut dengan singkatan PMT, enzim protein ini digunakan untuk membangun sel-selnya dan parasit ini … Continue reading

Malaria dan Kemiskinan

Setiap tahun malaria menewaskan lebih dari 2 juta orang di seluruh dunia dimana 90 persen darinya tinggal di daerah Afrika yang sangat miskin. Dengan dikomersialkannya klinik-klinik kesehatan dan perawatan di Afrika membuat sebagian besar warga Afrika yang merupakan warga miskin sulit memperoleh akses ke klinik-klinik kesehatan karena mahalnya biaya untuk itu. Anak-anak miskin di Afrika … Continue reading

Apa yang harus diketahui sebelum melakukan perjalanan ke daerah rawan malaria

Dalam melakukan perjalanan ke daerah beresiko malaria, misalnya daerah timur Indonesia, dan negara-negara Asia lain yang beiklim tropis, diperlukan persiapan yang cukup untuk mencegah kemungkinan tertular malaria. Tidak ada vaksin yang dapat digunakan untuk mencegah malaria, tetapi ada beberapa obat yang dapat digunakan untuk mencegah malaria. Banyak orang yang telah tertular malaria selama melakukan perjalanan … Continue reading

Apa itu ACT ?

  ACT adalah singkatan dari Artemisinin Combination Therapies, yang di China dikenal dengan nama Qing Hao Su. ACT saat ini merupakan standar pengobatan untuk malaria falciparum di seluruh dunia. Artemisinin dan turunannya merupakan obat yang mempunyai reaksi tercepat pada parasit plasmodium falciparum. Bahan dasar pembuatan Artemisinin adalah dari tumbuhan bernama Artemisia Annua yang merupakan tumbuhan … Continue reading

Malaria di Indonesia

Penyakit malaria di Indonesia saat ini lebih tersebar di daerah di luar Pulau Jawa dan Bali. Konsentrasi terbesar berada di Pulau Irian Jaya dan kepulauan Maluku disusul Kalimantan, Sumatera, kemudian Sulawesi. Hal ini disebabkan daerah-daerah di luar pulau Jawa masih banyak dijumpai hamparan rawa tempat nyamuk Anopheles tinggal (terutama Irian Jaya, Maluku dan kalimantan). Pertumbuhan … Continue reading