Malaria di Indonesia

Penyakit malaria di Indonesia saat ini lebih tersebar di daerah di luar Pulau Jawa dan Bali. Konsentrasi terbesar berada di Pulau Irian Jaya dan kepulauan Maluku disusul Kalimantan, Sumatera, kemudian Sulawesi. Hal ini disebabkan daerah-daerah di luar pulau Jawa masih banyak dijumpai hamparan rawa tempat nyamuk Anopheles tinggal (terutama Irian Jaya, Maluku dan kalimantan). Pertumbuhan penduduk yang tinggi di pulau Jawa dan Bali selama beberapa dekade ini menyebabkan menghilangnya rawa-rawa yang diubah menjadi persawahan dan sebagainya, sedangkan penyebaran penduduk yang kurang rata di Irian Jaya, Maluku, dan kalimantan menjadikan daerah daerah ini masih banyak dipenuhi oleh rawa yang merupakan sumber asal nyamuk anopheles penyebar malaria. Selain itu penanganan penyakit malaria di daerah di luar Jawa oleh pemerintah masih belum maksimal.

Di Indonesia telah ditemukan semua spesies parasit plasmodium yang pernah ditemukan, termasuk spesies knowlesi yang sangat jarang ditemukan pada manusia. Spesies plasmodium vivax dan ovale paling sering dijumpai di daerah Timur Indonesia seperti Kepulauan Maluku, Nusa Tenggara dan Irian Jaya, sedangkan rata-rata pasien malaria di Indonesia sering disebabkan oleh plasmodium vivax dan falciparum. Setiap tahunnya diperkirakan sebanyak 100 penduduk Indonesia beresiko terkena serangan malaria.

Sejak pertama diluncurkan program pemberantasan malaria pada tahun 60-an, pulau jawa dan Bali sudah diklaim sebagai daerah bebas malaria pada tahun 1964. Tetapi pada sejak tahun 1965 penyebaran malaria ke pulau-pulau di luar Jawa dan Bali meningkat tajam dari tahun ke tahun, dan diperkirakan jutaan orang meninggal akibat serangan malaria pada periode tersebut.

Pada lima tahun terakhir telah ditemukan 2,5 juta kasus malaria dimana 50% diantaranya disebabkan oleh Plasmodium falciparum, dan sudah lebih dari 2500 orang meninggal karenanya. Untuk tahun 2011 ditemukan 1.5 juta kasus malaria di Indonesia dan 400 jiwa dilaporkan meninggal karena malaria. Indonesia saat ini mengaplikasikan ACT untuk pengobatan malaria yang disebabkan oleh dua spesies plasmodium yang paling sering ditemukan di Indonesia yaitu vivax dan falciparum.

Kembali ke Home,  Topik utama,  Artikel tentang malaria,  Berita Malaria,  Topik Hangat

Comments are closed.